Iqbal Pakula Meninggal, Keluarga Bisa Hapus Akun Instagram?

Iqbal Pakula. (Instagram/iqbalpakula21)

Kabar duka datang dari industri pertelevisian Indonesia. Aktor sinetron Iqbal Pakula dikabarkan meninggal akibat sakit jantung pada Selasa (25/4/2023).

Dikutip dari Detikcom, https://totojpslot.online/ pemeran di sinetron Cinta Fitri itu mengidap penyakit jantung sejak 2022. Ia telah menjalani operasi pemasangan ring jantung tahun lalu. Mulai saat itu, ia menjadi mudah lelah dan napasnya tidak beraturan.

Salah satu yang menjadi pertanyaan saat ada orang figur publik yang meninggal dunia adalah soal akun media sosial atau akun digital lainnya.

Postingan di akun medsos disebut akan tetap ada meskipun sang pemilik sudah meninggal dunia. Akan tetapi, sebenarnya akun medsos masih bisa diubah atau dinonaktifkan oleh keluarga almarhum tetapi dengan sejumlah syarat.

Dirjen Aptika Kementerian Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan menjelaskan kesulitan mengakses akun orang yang meninggal adalah terkait password. Sebab platform tak akan memberikan data pribadi termasuk kata sandi penggunanya.

“Harus punya surat wasiat, harus kasih siapa termasuk sosial media kasih siapa. Password kalau enggak dikasih enggak ada yang tahu. Kalau platform tidak akan kasih. Paling di-freeze ga bisa ditambah dikurang,” jelas Semuel.

SVP Group Head of Data Protection and Privacy Office GoTo Leny Suwardi menjelaskan pemrosesan data pribadi pengguna di perusahaan itu berdasarkan consent atau persetujuan pengguna. Jadi kalau belum ditarik, GoTo tidak tahu kondisi pengguna.

“Jadi misalnya ada user sudah meninggal dunia tidak dilaporkan tidak punya informasi yang jelas. Jadi datanya tetap terproses seperti biasa,” kata Leny dalam Konferensi Pers Peringatan World Data Privacy Day 2023, Jakarta, dikutip Rabu (26/4/2023).

Namun dia menjelaskan bisa saja melaporkan keadaan pengguna. Misalnya ini terjadi jika pengguna tidak mau menggunakan layanan GoTo lagi, akan ditindaklanjuti hingga akhirnya bisa dihapus secara permanen.

“Kalau misalnya ada laporan ada beberapa user tidak mau pakai Gojek dan Tokopedia laporan ke CS akan dicek record lagi. Nantinya sesuai peraturan kami isolated jangka waktu lima tahun, lalu melakukan penghapusan secara permanen,” jelasnya.

Dia menegaskan pemrosesan data berdasarkan persetujuan pengguna. Jadi bila ditarik persetujuan itu, akan dihentikan pemrosesannya.

“Secara prinsip, dasar pemrosesan data pribadi berdasarkan persetujuan. Ketika ditarik pasti akan berhentikan,” ungkap Leny.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*