Tetangga RI Daftarkan Padang Jadi Situs Warisan Dunia UNESCO

Foto udara lapangan padang di Singapura (LightRocket via Getty Images/Leisa Tyler)

Singapura telah mengidentifikasi Padang dan arsitektur sekitarnya sebagai kandidat potensial untuk Situs Warisan Dunia UNESCO berikutnya. Hal ini diumumkan oleh Badan Warisan Nasional (NHB) negara itu pada Kamis (9/3/2023).

Padang milik Singapura berbeda dengan Kota Padang di provinsi Sumatera Barat Indonesia. Dalam bahasa Indonesia dan Melayu, padang merupakan sinonim dari lapangan. Singapura memiliki lapangan bernama The Padang Civic Ensemble yang berada di daerah pusat sejarah Downtown Core di Central Area negara tersebut.

HNB menyebut situs ini dipilih karena dianggap paling mungkin untuk memenuhi kriteria United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) sebagai contoh luar biasa dari jenis bangunan, ansambel arsitektur atau teknologi atau lansekap yang mengilustrasikan tahapan penting dalam sejarah manusia.

“Ini karena The Padang Civic Ensemble adalah contoh luar biasa dari alun-alun sipil kolonial Inggris di daerah tropis,” kata NHB, dikutip dari Channel News Asia.

“Penyatuan lembaga-lembaga sipil era kolonial dan pascakemerdekaan dalam satu wilayah kota menjadi bukti fenomena dekolonisasi yang tersebar luas secara historis dan transisi yang signifikan secara global dari wilayah Inggris yang telah lama dipegang ke negara-negara yang baru merdeka dalam beberapa dekade setelah Perang Dunia II. ”

Badan tersebut menambahkan jika Padang sudah memiliki tingkat pelestarian yang tinggi dan telah dikukuhkan sebagai monumen nasional pada 9 Agustus 2022.

Bangunan yang berdekatan seperti Teater Victoria dan Gedung Konser, Bekas Mahkamah Agung dan Balai Kota (sekarang Galeri Nasional Singapura), bekas Gedung Parlemen dan Gedung Paviliun (sekarang Gedung Kesenian) dan monumen nasional lainnya juga memiliki signifikansi sejarah yang tinggi di daerah tersebut.

Menurut NHB, The Padang Civic Ensemble telah ditambahkan ke Daftar Tentatif Singapura untuk Situs Warisan Dunia UNESCO. Ini adalah langkah penting untuk berpartisipasi dalam penilaian awal, sebuah mekanisme baru dalam proses Situs Warisan Dunia UNESCO.

Di bawah penilaian awal, negara-negara akan menerima panduan dari Pusat Warisan Dunia dan dua badan penasehat internasional sebelum pengajuan nominasi skala penuh. Jika situs tersebut dinominasikan dan kemudian diresmikan, seluruh proses ini dapat memakan waktu lima hingga enam tahun.

Selain penilaian awal, NHB mengatakan akan melakukan penelitian lebih lanjut tahun ini untuk menentukan implikasi potensial pada pengembangan situs dan sekitarnya. Ini akan membantu memandu keputusan selanjutnya terkait peresmian pencalonan daerah tersebut.

“Ini merupakan langkah penting karena Singapura harus mempelajari dengan hati-hati dan menyeimbangkan kebutuhan pembangunan kembali perkotaan jangka panjang dengan persyaratan perlindungan Situs Warisan Dunia,” jelas NHB.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*