Warren Buffett Iri Sama Gaya Investasi Anak Muda Ini

Jay-Z

Investor kondang Warren Buffett pernah berbincang dengan Rapper Jay Z di tahun 2010 silam, saat itu Jay Z membandingkan kariernya di dunia musik dengan kiprah investasi Buffett.

Jay Z yang juga gemar berinvestasi mengatakan bahwa dirinya hanya mau menanamkan modal di perusahaan yang dia pahami dengan baik, ketimbang perusahaan yang naik daun.

“Jay Z mengajarkan lebih banyak hal ketimbang saya, dan bagi anak-anak muda saat ini, dia adalah sosok yang bisa mengajari Anda banyak hal,” ucap Buffett, dilansir dari CNBC Make It (3/4).

Forbes memberitakan bahwa Jay Z mengantongi kekayaan senilai US$ 2,5 miliar atau setara dengan Rp 37,4 triliun.

Dia pun menjadi rapper pertama yang memegang saham brand minuman keras Armand de Brignac champagne dan D’Usse cognac, serta beberapa perusahaan properti di Amerika Serikat.

Kekayaan Jay Z meningkat drastis karena investasinya, meski Jay Z tidak merilis album atau mengadakan tur. Kini dia pun tercatat sebagai orang terkaya di dunia urutan ke 1.210 versi Forbes.

CNBC Make It merangkum lima strategi yang diterapkan Jay Z untuk mendirikan kerajaan bisnis yang sukses, berikut ulasannya.

Kalau sudah yakin, Pede aja

Setelah gagal bergabung dengan beberapa major label, Jay Z dan dua partnernya yaitu Damon Dash dan Kareem Burke mendirikan label rekaman sendiri yaitu Roc-A-Fella di 1996 silam.

Dia pun merilis album pertamanya dan langsung mendapat atensi dari label-label rekaman besar di Amerika Serikat.

Salah seorang petinggi Def Jam saat itu sempat menawari Jay Z untuk bergabung dengan Def Jam, namun Jay Z menolak. Dia mengatakan bahwa dirinya sudah punya label rekaman sendiri.

Setahun kemudian, Jay Z menjual setengah saham Roc-A-Fella ke Def Jam senilai US$ 1,5 juta, dan tujuh tahun kemudian Def Jam membeli setengah dari total saham Roc-A-Fella sebesar US$ 10 juta.

Di tahun 2005, Jay Z ditunjuk untuk menjadi CEO Def Jam dan lewat kesepakatan ini, dia bisa memimpin Roc-A-Fella lagi.

Intinya, Jay Z selalu yakin dengan setiap keputusan yang dia buat terkait urusan bisnis ini. Di masa yang akan datang, keuntungan yang bisa diraup justru menjadi semakin besar.

Pikir semuanya untuk jangka panjang

Di tahun 2006, Jay Z mempromosikan albumnya yang bernama Kingdom Comes bersama iklan Budweiser. Saat itu, Jay Z ternyata ditunjuk untuk menjadi co-brand director dari salah satu produk produsen bir tersebut.

Alhasil, dalam 10 tahun ke depan Jay Z melanjutkan kemitraan bisnis dengan Budweiser. Budweiser pun akhirnya menjadi sponsor di Made in America Festival.

Hal serupa pun dilakukan oleh Jay Z terhadap Live Nation. Di 2008 silam, dia bekerja sama dengan perusahaan promotor tiket hiburan ini dan lewat kerjasamanya, Live Nation diperbolehkan untuk membuat lisensi merchandise-merchandise yang dirilis para artis dan menerima pembagian keuntungan lewat konser.

Selama lebih dari 10 tahun, Jay Z tetap berpartner dengan Live Nation dan di tahun 2017 lalu, mereka menandatangani kemitraan dengan nilai US$ 200 juta.

Intinya, menjaga hubungan baik dengan pihak-pihak yang bermitra dengannya agar di kemudian harinya mereka bisa menggelar kerja sama serupa.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*